The Pathway of Inner Peace
The Pathway of Inner Peace

The Pathway of Inner Peace

“In the practice of tolerance, one’s enemy is the best teacher. We can never obtain peace in the outer world until we make peace with ourselves” Dalai Lama

Dulu, saya bertanya kenapa wajah teman-teman saya yang beragama Buddha, selalu terlihat sangat damai. Dari senyumnya, dari pandangan matanya dan dari tutur katanya; semua mengalir begitu saja. Hm, sesuatu yang jarang mungkin saya temukan di kebanyakan orang yang saya temui baik sengaja maupun tidak. Sampai pada satu titik dimana saya berasumsi bahwa mungkin Buddha adalah agama kedamaian, dengan demikian apa yang saya temui merupakan cerminan dari itu.

Sudah sekitar setahunan ini, saya banyak membaca buku-buku tentang Buddhism(kebijaksanaan Buddha). Ya, saya belajar Buddhism sebagai salah satu sumber kebijaksanaan sama halnya sewaktu kita dulu belajar pendidikan kewarganegaraan (saya sendiri seorang muslim). Banyak sekali hal-hal yang baru yang bisa saya dapatkan terkait dengan pelajaran hidup. Segala sesuatu yang cukup mudah dipelajari dan diterima dengan logika saya dan semuanya berujung pada bagaimana menciptakan kedamaian dengan diri sendiri dan lingkungan.

Penerimaan akan diri sendiri

Manusia terlahir dengan kondisi yang given. Seorang bayi tidak bisa memilih mau jadi apa atau dari mana berasal. Begit juga ketika tumbuh, manusia akan mengalami banyak hal, banyak dari hal tersebut tidak direncanakan. Bahkan apa yang telah diperjuangkan, hasilnya tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan. Saya ingat salah satu isi buku yang saya baca adalah “satu batu bata yang buruk tidak akan merubah kekuatan dan kecantikan tembok yang terdiri dari ratusan batu bata”. Dengan demikian, menerima diri sendiri adalah suatu kebutuhan.

Penghilangan rasa penyesalan

Manusia hidup tidak lepas dari kesalahan. Kesalahan kadang membawa memori buruk dan kadang pada titik penderitaan. Manusia hidup tidak perlu menyesal apalagi atas apa yang terjadi di masa lalu. Manusia hidup tidak untuk masa lalu dan apa yang terjadi di masa lalu tidak akan pernah dapat berubah.

Penghapusan kelekatan

Manusia selalu ingin rasa memiliki dan ada kelekatan atas kepemilikan tersebut. Kelekatan hanya akan menimbulkan penderitaan. Apa yang kita miliki suatu saat bisa saja hilang atau enyah dari kita. Maka dari itu, dengan tidak mempunyai kelekatan maka kita akan ikhlas jika hal tersebut terjadi.

Karma dan kebaikan

Baik ataupun buruk semuanya akan mendapatkan balasan entah sekarang atau nanti. Bagi penganut agama Buddha dan Hindu, maka balasan tersebut mungkin akan terjadi di kehidupan di kelahiran berikutnya. Dengan demikian, apapun yang terjadi maka sebagai manusia maka kita harus selalu berbuat kebaikan, bahkan dengan cara yang sangat sederhana misalnya menebar senyuman. Bahkan berbuat kebaikan kepada mereka yang tidak berbuat baik kepada kita.

Penghapusan akan rasa kekhawatiran

Manusia hidup dengan segala ketidakpastian . Dan segala kekhawatiran tersebut kadang membuat manusia menjadi cemas dan khawatir. Khawatir akan hidup menderita, cemas akan kegagalan, gusar akan kemiskinan atau hal-hal lain yang belum pasti terjadi di masa yang akan datang. Dengan demikian, maka tidak ada gunanya untuk cemas atas apa yang belum tentu terjadi. Justru kecemasan yang akan membuat hidup manusia menjadi lebih menderita. Belum tentu apa yang kita cemaskan akan benar-benar terjadi.

Pengendalian hawa nafsu dan menjadi vegetarian

Manusia hidup diberikan berbagai hawa nafsu. Sedapat mungkin, manusia bisa mengendalikan hawa nafsunya. Salah satu yang saya kagumi adalah pada pengekangan hawa nafsu untuk tidak memakan daging-dagingan. Salah satu kebutuhan manusia adalah kebutuhan akan pangan. Manusia merupakan pemakan segalanya. Begitu juga makhluk hidup lain juga mempunyai kebutuhan akan pangan. Satu hal pasti, setiap makhluk ciptaan Tuhan memiliki hak untuk hidup. Dalam pemenuhan kebutuhan pangannya, manusia sudah seharusnya untuk tidak mengorbankan kehidupan atau nyawa makhluk lain termasuk nyawa hewan. Dengan demikian, pilihan menjadi vegetarian adalah sesuatu yang layak untuk dicoba.  Saya sendiri merupakan partial vegetarian, semoga suatu saat benar-benar bisa menjadi full vegetarian.

Hak untuk bahagia

Dan salah satu yang terpenting lainnya, adalah bahwa setiap manusia, siapapun orang tersebut mempunyai hak untuk bahagia. Maka marilah kita merasakan kebahagiaan yang sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *