Empat tahun rasanya seperti waktu yang amat cepat. Itulah yang saya rasakan selama menjadi mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tepat Agustus tahun 2010 yang lalu, saya akhirnya lulus dari kampus tercinta tersebut. Namun kelulusan tersebut tidak bisa dibilang mudah, justru sebaliknya penuh dengan perjuangan. Masih ingat dalam benak saya, betapa saya harus pontang-panting untuk mengejar penyelesaian skripsi. Skripsi saya yang mengambil tema strategic management tersebut boleh dibilang saya kerjakan dengan relatif cepat. Bukan karena saya terlalu pintar atau sebaliknya terlalu malas. Dalam pengerjaan skripsi tersebut, saya terskendala dengan akses data pada perusahaan dimana skripsi tersebut dilakukan. Sebagai skripsi yang bermodel studi kasus, saya mau tidak mau harus mendapatkan data terkait untuk pengerjaan skripsi tersebut. Sayangnya, data manajemen strategis suatu perusahaan bukanlah data yang sembarangan. Data tersebut terkait dengan bagaimana perusahaan dijalankan untuk menjadi perusahaan yang kompetitif dibandingkan dengan pesaingnya. Kalau data tersebut sampai pada pihak yang salah maka konsekuensinya juga tidaklah sepele. Hal ini pula yang mengakibatkan pengerjaan skripsi saya molor dan ridak sesuai dengan rencana awalnya.
Jujur, kesulitas akses data bukan hanya menjadi masalah utama kenapa skripsi saya tidak segera rampung, beberapa kegiatan yang saya ikuti juga menjadi penyebabnya seperti kegiatan sebagai Duta Muda ASEAN-Indonesia, program pelatihan kepemimpinan Young Leader for Indonesia serta beberapa lomba kompetitif yang saya ikuti ketika waktu itu saya ada di semester 8. Tidak bisa dipungkiri, kegiatan tersebut cukup menyita waktu. Dari banyak hal tersebut, yang paling mengganggu adalah adanya beban bahwa jika saya ingin lulus dengan predikat cumlaude, maka mau tidak mau saya harus lulus skripsi dengan nilai sempurna. Cukup sulit mungkin karena untuk mendapatkan nilai A tidaklah mudah karena pembuatan dan presentasi skripsi harus dilakukan sebaik mungkin dan diusahakan tanpa celah. Namun, dewi fortuna sepertinya cukup menaungi saya. Saya mendapatkan dosen pembimbing skripsi yang sangat baik hati yakni Ibu Lindawati Gani. Beliau adalah ketua Program MAKSI FEUI yang letaknya di Salemba Jakarta Pusat. Ibu Linda juga yang selama ini memberikan saran konstruktif terkait dengan banyak perubahan dan penyederhanaan skripsi saya. Yang masih ingat dalam benak saya adalah ketika beliau berkata “Tenang Johar, saya juga ingin melihat kamu lulus” dengan logat Jawanya yang kental. Alhamdulilah, akhirnya perjuangan saya berjibaku dengan skripsi membuahkan hasil. Setelah melewati siding skripsi yang lamanya empat jam lebih dan harus sport jantung karena agak sedikit grogi dalam menjawab beberapa pertanyaan dewan penguji, akhirnya saya bisa lulus siding skripsi dengan nilai A. Artinya saya bisa lulus cumlaude! YES!
Seperti dua sisi mata uang, kelulusan saya dari FEUI meninggalkan kebahagiaan dan kesedihan. Bahagia karena saya akhirnya mampu melewati salah satu tahap dalam hidup saya dengan torehan yang cukup membanggakan, setidaknya bagi saya sendiri. Menjadi mahasiswa teladan, mampu membiayai kuliah sendiri serta aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan memang menjadi mimpi saya ketika mahasiswa. Bagaimana dengan lulus cumlaude? Rasanya tidak pernah terpikir dalam benak saya. Ya, Alhamdulillah kalau ternyata Tuhan memberikannya sebagai bonus kepada saya. Dan semua mimpi-mimpi saya tersebut terwujud. Sedihnya adalah ketika saya harus meninggalkan status saya sebagai mahasiswa, meninggalkan segala sesuatu yang mana saya selama ini pelajari, nikmati dan juga lakukan dalam keseharian saya selama ini sebagai mahasiswa. Apalagi setelah lulus, rasanya saya masih sedikit ragu untuk memasuki dunia kerja. Padahal dari awal saya sudah berkomitmen bahwa setelah lulus sarjana, saya akan bekerja terlebih dahulu. I wanna earn my own money, begitu mungkin pikir saya. Melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi masih belum terlintas di benak saya. Saya memang terlalu menikmati dan mencintai berbagai kegiatan kemahasiswaan selama ini sehingga terasa berat untuk meninggalkannya. Memang ketika mencintai sesuatu sudah seharusnya kita siap jika suatu saat kita kehilangan hal tersebut. Namun saya yakin kenangan berbagai rasa di Universitas Indonesia khususnya FEUI akan selalu saya kenang.
Tidak hanya sampai di situ, hal yang membuat akhir petualangan saya di FEUI semakin menyentuh adalah ketika saya ditunjuk untuk mewakili wisudawan-wisudawati FEUI untuk memberikan pidato dalam acara Yudisium FEUI Augustus 2010. Mungkin bagi sebagian orang sepele, namun bagi saya pidato tersebut merupakan kesempatan terakhir saya untuk mewakili teman-teman saya lainnya dalam mengungkapkan cerita, kenangan, tawa, duka, tangis, harapan dan kenangan atas kampus kami tercinta. Saya jujur agak gugup dalam menyiapkan pidato ini. Apalagi ketika menaiki panggung untuk memberikan pidato. Tidak terbayang dalam diri saya sebelumnya bahwa saya akan berdiri di hadapan teman-teman wisudawan-wisudawati lainnya beserta orang tua mereka tentunya serta di hadapan petinggi FEUI dan jajaran Dewan Guru Besar FEUI. Saya senang ketika hadirin semua ikut menyimak pidato sepanjang empat lembar saya. Walaupun di akhir-akhir pidato saya, saya tidak bisa menahan haru dan setelah selesai turun panggung saya akhirnya menangis (apa juga ini ahaha). FEUI dan UI memang menjadi kampus yang penuh kenangan bagi saya. Kata banyak teman dan pejabat FEUI, pidato saya bagus dan begitu menyentuh. Alhamdulillah kalau begitu
Pahit, duka, senang, getir, suka, tawa, senyum, semuanya menjadi satu. Akhirnya saya menutup semua kenangan empat tahun tersebut yang tidak mungkin akan saya lupakan. Terima kasih kepada Allah SWT, orang tua, Ibu Lindawati Gani, Ibu Rifelly Dewi Astuti, Bapak Arman Nefi, Ibu Kasiyah M. Yunus dan semua orang yang telah mendukung dan membuat saya bertahan dan berhasil melewati banyak hal di kampus perjuangan Universitas Indonesia.

*Berikut ini adalah teks pidato kelulusan yang saya bacakan pada saat Yudisium FEUI, Agustus 2010 yang lalu.
Teks Pidato Perwakilan Wisudawan/Wisudawati
Yudisium FEUI, Minggu 22 Agustus 2010
Yang terhormat;
- Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
- Dewan Guru Besar
- Pimpinan fakultas
- Ketua program studi
- Ketua Ikatan Alumni FEUI
- Ketua Persatuan Orang Tua Mahasiswa FEUI
- Rekan wisudawan dan wisudawati serta para orang tua yang berbahagia
Assalamu’alaikum wr. Wb. dan salam sejahtera untuk kita semua.
Menjadi momen yang bermakna dan berbahagia bagi kita semua untuk bisa berkumpul dalam rangkaian acara Yudisium FEUI ini.
“Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah pertama”
Begitulah kata mutiara dari Lao Tse, seorang filsuf tersohor Tiongkok yang selalu saya ingat. Beberapa tahun yang lalu, di sini kami yang masih tercatat sebagai mahasiswa baru mengikuti kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus, kegiatan yang mengenalkan kami dengan fakultas ini untuk pertama kali. Kami mengikuti kegiatan tersebut dengan semangat dan pikiran terbuka, kendati berbagai tugas yang harus kami kerjakan cukup berat ditambah berbagai hukuman yang diberikan oleh panitia kegiatan tersebut. Namun kami menyadari bahwa kegiatan ini membuat kami menjadi tahu tentang bagaimana beradaptasi dengan lingkungan FEUI yang dinamis, disiplin sekaligus menantang. Ya, inilah langkah pertama kami dalam menjadi bagian yang terintegrasi dengan FEUI.
Para hadirin yang berbahagia,
Seiring berjalannya waktu, kami mulai memasuki dunia perkuliahan. Kami belajar banyak ilmu dan pengalaman dari dosen-dosen kami. Dunia perkuliahan yang tidak hanya membuka wawasan kami tentang pengetahuan seputar ekonomi, akuntansi dan managemen namun juga tentang ilmu kehidupan. Begitu banyak memori yang tentunya tidak akan kami lupakan. Masih teringat dengan jelas di pikiran kami semua, ketika kami harus tidur cukup sebentar demi mempersiapkan ujian, mem-fotokopi catatan dan buku teman tepat sehari sebelum hari-H ujian, memandang ke luar jendela dan berharap inspirasi akan datang untuk menjawab soal-soal ujian tersebut, mengejar deadline pengumpulan skripsi, merasakan rasa takut sebelum sidang, bersorak-sorai dan merayakan kelulusan di kolam makara serta kenangan lainnya yang tentu akan membuat kami merindukan fakultas kami tercinta ini.
Ya, FEUI telah memberikan kami banyak kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan, mulai perlombaan, bermacam-macam kegiatan sosial, mendapatkan beasiswa serta peluang akademis dan non akademis lainnya. FEUI telah membentuk kami menjadi pribadi yang mempunyai keseimbangan dan kematangan intelektual, emosional serta spiritual.
Para hadirin yang berbahagia,
Dari proses yang kami alami dalam kehidupan kampus, banyak nilai-nilai berharga yang tumbuh berkembang dan kami pelajari selama ini. Sebagai kampus dengan keluarga besar yang berasal dari latar belakang sosial budaya yang beragam, FEUI mengajarkan kami rasa saling menghormati dan bertoleransi. Kami juga belajar tentang bagaimana bekerjasama dan berkolaborasi dalam lingkungan sosial yang dinamis. Di sini kami banyak belajar untuk berkomitmen, berintegritas, dan bertanggung jawab atas apa yang kami lakukan. Yang tidak kalah penting, di sini kami belajar untuk memiliki semangat dan daya juang tinggi agar selalu percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kami terus berusaha dengan tulus dan sabar.
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, waktu berjalan begitu cepat dan saat ini kami semua sedang berada dalam momen-momen terakhir kami di fakultas tercinta ini. Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada pimpinan fakultas beserta jajaran yang telah menyediakan fasilitas dan atmosfer belajar yang baik. Terima kasih kepada dosen, asisten dosen serta asisten laboratorium yang selama ini memberikan ilmu dan pengalamannya kepada kami. Terima kasih kepada pembimbing skripsi kami yang senantiasa sabar dalam memfasilitasi usaha kami dalam menyelesaikan tugas akhir serta semua pihak FEUI yang telah membuat setiap detik kami di sini menjadi berwarna dan berharga. Tentu, kami juga berterima kasih dan menghaturkan bakti tertinggi kami kepada orang tua kami tercinta yang senantiasa mendoakan dan mendukung setiap langkah yang kami lakukan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan berkah atas apa yang mereka lakukan selama ini dan mempermudah jalan yang akan mereka tempuh di masa yang akan datang. Amien. Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas berbagai kesalahan yang baik sengaja maupun tidak sengaja kami lakukan. Kami menyadari bahwa kesalahan merupakan poin berharga untuk koreksi diri sekaligus pembelajaran hidup untuk bisa menjadi insan yang lebih baik di masa depan.
Besar harapan kami agar FEUI menjadi fakultas yang lebih baik di masa mendatang. Kami berharap agar FEUI bisa terus berbenah diri menuju world class faculty yang senantiasa menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas berkelas dunia. Kami berharap agar FEUI menyediakan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa daerah dan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu agar berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di sini. Insya Allah, FEUI akan senantiasa menjadi center of excellent yang menyediakan sumber daya manusia berkualitas dan mencetak pemimpin-pemimin muda baru di bidangnya masing-masing, demi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia. Amien.
Teman-temanku wisudawan-wisudawati FEUI tercinta,
Kelulusan bukan berarti akhir dari langkah kita. Namun justru sebaliknya, inilah langkah awal kita untuk mendayagunakan kemampuan yang kita punyai. Besar harapan saya secara pribadi, bahwa nantinya kita akan mampu menjaga sekaligus mengharumkan nama baik FEUI dan membuatnya bangga karena memiliki kita semua sebagai putra-putri terbaik bangsa. Jadilah yang terbaik di bidang kita masing-masing, menjadi akuntan terbaik, menjadi konsultan terbaik, menjadi banker terbaik, menjadi ekonom terbaik, serta menjadi yang terdepan di setiap langkah yang kita jalani dengan tetap memegang nilai-nilai yang telah kita dapatkan selama ini; komitmen, integritas, responsibilitas, endurance dan toleransi. Marilah kita berniat dengan tulus bahwa kita akan menjadi yang terdepan dalam berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Ya, mari kita buat FEUI dan Indonesia bangga atas kiprah kita nantinya di bidang kita masing-masing.
Economy….economy….economy goes marching in, All I want to be that number. Economy goes marching in
Terima kasih. Wasasalamu’alaikum Wr. Wb.