Traveling Indonesia with Mission: “Nenek Penjual Bunga Pasar Bandungan Berjuang tanpa Mengeluh dan Putus Asa”
Traveling Indonesia with Mission: “Nenek Penjual Bunga Pasar Bandungan Berjuang tanpa Mengeluh dan Putus Asa”

Traveling Indonesia with Mission: “Nenek Penjual Bunga Pasar Bandungan Berjuang tanpa Mengeluh dan Putus Asa”

Tubuhnya terlihat masih kokoh di usia rentanya yang kira-kira memasuki 80 tahunan. Dengan dibalut pakaian tradisional khas Jawa, nenek tua ini berjualan bunga segar di pasar bunga Bandungan, dataran tinggi Ungaran Kabupaten Semarang. Sekitar jam 3-4 pagi yang sangat dingin, nenek ini harus sudah berada di pasar untuk membeli bunga potong dari petani lokal. Ya, dia kemudian menjual kembali dengan mengambil keuntunganyang tidak begitu besar. Si nenek bertahan sampai pasar sepi sekitar jam 10-an. Si nenek sudah puluhan tahun menjalani profesi seperti itu. Tidak ada guratan lelah, mengeluh atau juga menyesal atas kehidupan yang dijalaninya. “Begitu semangatnya nenek ini seperti terlihat dari senyumnya yang sumringah”, begitu ujar saya dalam hati yang membuat saya sebagai anak muda justru malu karena saya lebih sering mengeluh daripada bersyukur atas apa yang saya alami, dapatkan dan nikmati dalam hidup. Setelah membeli beberapa potong bunga dari si nenek, saya berkeliling pasar tradisional di sana, ya di sana dari anak muda sampai nenek-nenek yang jauh lebih renta harus membanting tulang bekerja untuk bertahan hidup. Namun toh mereka tetap semangat dan begitu ramah ketika saya ajak mereka mengobrol. Ya, saya memang suka menjadi alien (baca orang asing) di banyak tempat baru di pelosok-pelosok daerah dan tentunya sering bercengkrama dengan penduduk setempat untuk belajar bagaimana kearifan dan kebijaksanaan lokal masyarakat (local wisdom).

Manusia dan Upaya Mewujudkan Mimpi

Manusia diberikan akal dan pikiran untuk selalu bisa berpikir. Dalam hidup, setiap orang mempunyai mimpi dan cita-cita. Mimpi dan cita-cita itulah yang mendorong kita semua untuk bergerak, bekerja dan berkarya. Seperti halnya penyanyi Amerika, Alecia Keys bilang, sebagian orang yang ingin mempunyai kekuasaan, sebagian lagi ingin nama besar dan lainnya ingin harta kekayaan. Apapun motif seseorang hidup semuanya adalah syah-syah saja sepanjang kita tahu apa konsekuensi dari pilihan kita dan apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Seringkali dalam jalan menuju tujuan hidup tersebut, riak-riak kecil maupun besar akan selalu membentang. Ya, namanya juga hidup, kalau tidak ada masalah maka tidak ada menantangnya. Our life path might be up and down but that’s the way we learn how to be steady (Jalan hidup kita mungkin naik dan turun, namun itulah jalan dimana kita begitu tegar). Pernah mungkin teman-teman semua juga mendengar ungkapan “Pelaut yang tangguh tidak akan lahir dari laut yang tenang”. Ya, manusia yang tangguh tidak akan lahir dan kondisi yang selalu nyaman. Setiap orang mempunyai masalah: orang kaya punya masalah, presiden punya masalah, orang kurang berada punya masalah, semuanya punya masalah masing-masing. Walaupun demikian, yang paling penting adalah bagaimana cara untuk mengubah masalah tersebut sebagai penerimaan sehingga kita bisa menikmati hidup.

Mari bermimpi, toh tidak bayar juga bukan? Dan mari mewujudkannya tanpa rasa mengeluh dan putus asa. Lantas apa yang bisa kita lakukan agar kita dapat lakukan? Kuncinya ada 3 hal: niat, komitmen, dan pemaafan.

  • Niat akan mendorong seseorang untuk menentukan apa tujuan hidup yang dicapai. Mungkin teman-teman ingin mempunyai dan membangun keluarga yang bahagia, memiliki kecukupan ekonomi atau misalnya saya yang mempunyai noble dream yakni suatu saat bisa membangun panti jompo untuk nenek-nenek. Niat ini yang akan menjadi pijakan ke arah mana kita akan bekerja.
  • Komitmen akan memberikan kekuatan bagi kita untuk bekerja keras secara maksimal tanpa mengeluh. Menjadikan kita tahan banting, bangkit walaupun jatuh berulang kali. Berdiri tegak walaupun banyak guncangan terjadi di jalan kita
  • Pemaafan adalah menerima dengan ikhlas dan tulus apapun hasil dari kerja keras kita. Manusia boleh berusaha, namun Tuhanlah yang menentukan. Jikapun setelah bekerja keras kita tidak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan, ya memang itulah hasilnya. Banyak hal yang perlu dievaluasi untuk perbaikan di masa mendatang. Namun yang jauh lebih penting adalah pemaafan, menerima diri sendiri apa adanya. Sering orang yang gagal akan putus asa dan membenci dirinya sendiri, menganggap dirinya bodoh dan tidak berguna. Percayalah bahwa semuanya telah ditakdirkan oleh Tuhan, dan Dia tahu mana yang terbaik bagi setiap orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *